Barisan Daun Kelapa

Barisan Daun Kelapa
By : Miftah Nur Khalid
Pagi ini, sayang...
Kulihat barisan daun kelapa begitu rapih Sembunyikan wajah mentari yang perih Dari sepasang bola mata di atas hidungku Yang kian hari makin sayup dihantar waktu
Taukah kau sayang?
Angin yang menggumuli dedaun kelapa Hampir sama ketika cinta menjelma luka Setiap ujung daun yang utuh tadinya Jadi robek bahkan patah tangkainya
Itulah sebab mengapa,
Aku lalu beralih ke hanya mencintai Menyemainya hingga berbunga dihati, benak dan diri. Kemudian, kalaupun kau kembali hanya geleng kepala Tak apa. Karena yang kulakukan memang hanya mencintai
: Sedang memilikimu, biar takdir Tuhan yang bicara.
Cikarang, 09 April 2015

Comments