Palamarta
By : Miftah Nur Khalid
Kau sebut palamarta bagi diri
Padahal kau palam suara hati
Menebar arang ke sekeliling
Sembunyi wajah pada kerling
Padahal kau palam suara hati
Menebar arang ke sekeliling
Sembunyi wajah pada kerling
Bagai kucuran darah di palagan
Menuggu siapa dipanggil Tuhan
Berebut menang prajurit pilihan
Bertepuk dada kau busungkan
Menuggu siapa dipanggil Tuhan
Berebut menang prajurit pilihan
Bertepuk dada kau busungkan
Tragis, prajurit bernyawa tipis
Merengkuh sesal tinggal menangis
Larut pula kau dalam tangis, ironis
Menyimpan neraka berasap manis
Merengkuh sesal tinggal menangis
Larut pula kau dalam tangis, ironis
Menyimpan neraka berasap manis
Hanya berharap malaikat turun
Membisik ke kau, tentang dedaun
Membela prajurit-prajurit pilihan
Yang kini tinggal hanya kenang, ~ kenangan
Membisik ke kau, tentang dedaun
Membela prajurit-prajurit pilihan
Yang kini tinggal hanya kenang, ~ kenangan
Angin kian mengekas dingin
Meniup kesegala penjuru batin
Meroboh-sungkurkan kau
Merubah-bangkitkan kau
Meniup kesegala penjuru batin
Meroboh-sungkurkan kau
Merubah-bangkitkan kau
Prajurit tersisa tak lagi jadi pesakitan
Sebab kau di bumi pertanggungjawaban
Bakar baju kebesaran
Buang busuk kehidupan
Kembali memuja Tuhan
Merembulan kau diselamatkan
Sebab kau di bumi pertanggungjawaban
Bakar baju kebesaran
Buang busuk kehidupan
Kembali memuja Tuhan
Merembulan kau diselamatkan
; semoga Palamarta 'kan Tuhan anugerahkan, ke Kau.
Cikarang, 02-03-2015
(palamarta ; baik hati)
(palam ; sumbat)
(palam ; sumbat)
Comments
Post a Comment