Puisi yang Kau Buang di Wagon Usang

Puisi yang kau buang di wagon usang

By : Miftah Nur Khalid
 
Aku adalah hurufHuruf yang menyatu
Pada dinding putih secarik kertas bisu
Merupa sebagai Do'a dan kau lupa
Menjelma sebagai Cinta dan kau luka

: menuduh aku yang berdosa

Diantara dua dinding kekar berkarat luka
Aku, Kausingkirkan dari setiap pandang mata
Terlebih matamu, yang sebenarnya sangat kudamba
Tetapi kini menjelma mata malam serigala

: siap menerkamku kapan saja

Dibawah langitLangit wagon usang
Akulah puisi yang kau buang
Pengaduanku tersimpan di dalam kitab Tuhan
Ampunan bagimu telah pula kusertakan

: kerna mencintaimu, dendamku selalu tak pernah punya ruang.


Cikarang, 08-05-2015


Comments