Tentang Embun di Ujung Daun Mangga
By : Miftah Nur Khalid
Lalu malam membangunkan subuh dan fajar
Melerai segala jenis mimpi yang kadang bikin getar
Angin dari timur berkesiur kesetiap celah jendela
Ikut coba bangunkan tidur raja-raja
Kemudian tentang embun di ujung daun mangga
Terlihat begitu asik menghabiskan sisa purnama
Sebelum mentari datang merenggut rasa senang
Dan menyisakan hanya, nama tak dikenang
Barangkali raja-raja tak sewarna hati embun
Mereka tidak suka menunggu habis purnama
Bahkan angin yang berkesiur dari timur sekalipun
Tidak mampu membangunkan kerinduannya pada surga
Lalu surga yang mana?
O... Kekasih,
Yang bikin Raja-Raja begitu enggan menepi dari mimpi
Apakah surga pada angka-angka rupiah yang tergambar jelas di mimpi?
Ataukah pada keadaan untuk agar menjadi diri yang disegani?
Entahlah, mungkin jawaban mereka jauh lebih baik dari yang kau dan kukira.
Atau mungkinkah kita sendiri yang menjelma Raja-Raja?
Perindu sebuah nama dan angka-angka,
: pembenci sisa purnama.
Cikarang, 09 April 2015
Comments
Post a Comment